Kenali gejala dan cara pencegahan stunting

Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan balita untuk mencegah terjadinya stunting oleh bidan desa ( dokumen.desa.id foto by : Eni puji lestari )

Caturkaryabuanajaya.desa.id| Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, tidak cukup protein dalam proporsi total asupan kalori, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi di awal kehidupan seorang anak. Selain faktor lingkungan, juga dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Akan tetapi, sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh malnutrisi.

Jika gizi tidak dicukupi dengan baik, dampak yang ditimbulkan memiliki efek jangka pendek dan efek jangka panjang. Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, perkembangan otak yang tidak maksimal yang dapat mempengaruhi kemampuan mental dan belajar tidak maksimal, serta prestasi belajar yang buruk. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis. 

Posyandu Balita kampung catur karya buana jaya untuk mencegah terjadinya Stunting ( dokumen.desa.id foto by : Eni puji lestari )

Gejala stunting pada anak diantaranya :

  1. Anak berbadan lebih pendek untuk anak seusianya
  2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih muda/kecil untuk usianya
  3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
  4. Pertumbuhan tulang tertunda 

Adapun cara pencegahan Stunting diantaranya :

  1. Melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur.
  2. Menghindari asap rokok dan memenuhi nutrisi yang baik selama masa kehamilan antara lain dengan menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, yodium yang cukup.
  3. Melakukan kunjungan secara teratur ke Posyandu atau pusat pelayanan kesehatan lainnya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu:
  • setiap bulan ketika anak anda berusia 0 sampai 12 bulan
  • setiap 3 bulan ketika anak anda berusia 1 sampai 3 tahun
  • setiap 6 bulan ketika anak anda berusia 3 sampai 6 tahun
  • setiap tahun ketika anak anda berusia 6 sampai 18 tahun
  1. Mengikuti program imunisasi terutama imunisasi dasar.
  2. Memberikan ASI eksklusif sampai anak anda berusia 6 bulan dan pemberian MPASI yang memadai.

Senin 03 Februari 2020 kampung catur karya buana jaya melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan serentak sekabupaten tulang bawang guna mencegah terjadinya Stunting.

 

Tinggalkan Balasan