Lembaga Desa

 Data Kelembagaan

Aktifitas kelembagaan yang terdapat di kampung Catur Karya Buana Jaya diantaranya adalah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Badan Permusyawaratan Kampung ( BPK), Karang Taruna, Ikatan Remaja Islam Masjid (RISMA), PKK, Lembaga Adat, Perkumpulan Majelis ta’lim yang diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. Dalam pelaksanan kegiatan dikampung antara lembaga-lembaga yang ada terjalin suatu proses yang saling mendukung dan bekerjasama melaksanakan program dari masing-masing lembaga sesuai dengan peran dan fungsinya.

  1. Lembaga Pemerintah
  • Pemerintah Kampung Catur Karya Buana Jaya

Jumlah Aparat               : 30 Orang

Lingkup Kerja                : Menlingkupi wilayah kerja Kampung Catur Karya Buana Jaya sebagai perwakilan dari perintah di kampung yang mengurus urusan pemerintah kampung.

  • BPK (Badan Permusyawarahan Kampung)

Jumlah Aparat               : 9 Orang

Lingkup Kerja                : Menlingkupi wilayah kerja Kampung Catur Karya Buana Jaya yaitu melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah kampung dan membuat peraturan kampung.

  • LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)

Jumlah Anggota            : 5 Orang

Lingkup Kerja                : Menlingkupi wilayah kerja Kampung Catur Karya Buana Jaya yaitu melakukan     Pemberdayaan masyarakat  kampung.

  1. Lembaga Kemasyarakatan
  • LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat)

Jmlah Anggota               : 5 Orang

Lingkup Kerja                : Menlingkupi wilayah kerja Kampung Catur Karya Buana Jaya yaitu melakukan    Pemberdayaan masyarakat kampung.

  • Tim Pengerak PKK

Jumlah                            : 4 Kelompok

Lingkup Kera                 : Sebagai Lembaga aspirasi ibu-ibu yang ada di Kampung Catur Karya Buana Jaya dan  wadah berkreasi dan berinovasi

  • Kelompok Tani

Jumlah                            : 1 Gapoktan Terdiri dari 4 Kelompok tani

  • Karang Taruna

Jumlah                            : 1 Kelompok

Lingkup Kerja                : Bergerak dibidang kepemudaan dan menggali potensi pemuda dalamberbagai hal positif.

  • Kelompok Gotong royong

Jumlah                            : 20 Kelompok

  • Kelompok Pengajian Bapak-bapak

Jumlah                            : 10 Kelompok

  • Kelompok Pengajian Ibu-ibu

Jumlah                            : 09 Kelompok

MASALAH ATAU ISU STATEGIS

1.Sosial

Secara umum permasalahan sosial yang terdapat di Kampung Catur Karya Buana Jaya ini diantaranya adalah masih banyaknya masyarakat miskin yang putus sekolah. Secara sederhana beberapa hal yang dilakukan dalam hal ini diantaranya menumbuhkan kepedulian sosial masyarakat.

2. Ekonomi

Permasalahan dibidang ekonomi di Kmapung Catur Karya Buana Jaya ini diantaranya adalah sulitnya masyarakat mendapatkan sumber pemodalan untuk menunjang kelancaran usahanya serta besarnya biaya mobilisasi hasil perekonomian masyarakat dikarenakan sarana infrastruktur yang tidak memadai. Selain itu juga ketidaksetabilan hasil perkenan, pertanian yang merupakan sumber utama penghasilan masyarakat. Kondisi ini yang mengakibatkan pendapatan masyarakat menjadi rendah.

3.Budaya

Kampung Catur Karya Buana Jaya merupakan kampung yang masyarakatnya terdiri dari berbagai macam suku seperti jawa, sunda, madura, lampung, bali dan sebagainya. Namun secara garis besar hubungan yang terjalin sangat harmonis dan tidak terjadi permasalahan di tengah perbedaan tetapi justru sebagai pemersatu di masyarakat dimana masyarakat hidup saling hormat menghormati.

4. Infrastruktur

Permasalahan infrastruktur yang terdapat di Kampung Catur Karya Buana Jaya  antara lain infrastruktur jalan dan drainase dimana hampir secara keseluruhan jalan dan drainase yang terdapat i Kampung baik jalan dan drainase Kabupaten maupun jalan dan drainase Kampung 80 % fungsinya tidak berjalan secara maksimal diakibatkan karena konisi yang rusak dan membuat akses perekonmian masyarakat terhambat. Selain jalan jembatan dan drainase yang terdapat di Kampung baik yang menghubungkan antar suku atau Kampung juga mengalami kerusakan hal ini diakibatkan karena mengangkut beban yang terlalu berat sehingga tidak mampu menahan beban berat tersebut. Disamping jalan dan jembatan masyarakat juga sangat membutuhkan sarana ibadah, seperti masjid, pusat pelayanan kesehatan atau Puskesdes, poskamling, balai Kampung, Kantor Posyandu serta sarana lain yang mendukung sanitasi perkampungan.