Sejarah Desa

PROFIL KAMPUNG

TAHUN 2019

Sejarah Kampung

Kampung Catur Karya Buana Jaya dalam sejarahnya berawal dari Proyek Transmigrasi dari Pulau Jawa pada tahun 1978 tepatnya diresmikan tanggal tahun 1978, yang awalnya bernama Unit IV, Tulang Bawang I. Tahun 1978 sampai dengan Tahun 1983 Unit IV dipimpun oleh seorang kepala unit yang bernama bapak D. Mulyo Utomo. Beberapa tahun kemudian Unit IV menjadi Kampung persiapan dengan nama Kampung Catur Karya Buana Jaya yang masuk dalam Kecamatan pembantu Banjar Agung dengan Kecamatan induk Menggala Kabupaten Lampung Utara. Pada tahun 1984 Kampung Catur Karya Buana Jaya ditetapkan menjadi Kampung Devinitif dengan Kepala Kampung pertama Hidayat yang merupakan Kepala Kampung yang ditunjuk oleh KUPT kemudian pada tahun 1990 digantikan oleh Suwardi sebagai Kepala Kampung persiapan, baru pada tahun 1993 Kampung Catur Karya Buana Jaya memiliki seorang Kepala Kampung terpilih yang bernama Maskun. Tahun 1991 Kmapung Catur Karya Buana Jaya dimekarkan menjadi dua Kampung dengan Kampung pemekaran bernama Kampung Suka Maju, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang.

Setelah dilaksanakannya otonomi daerah, Pemerintah daerah Kabupaten Tulang Bawang merubah sebutan Kampung menjadi Kampung, maka sejak itu pula sebutan Kampung Catur Karya Buana Jaya berubah menjadi Kampung Catur Karya Buana Jaya.

Berdasarkan peraturan daerah Kabupaten Tulang Bawang nomor 7 tahun 2005, tentang perubahan nama kecamatan dan pembentukan enam Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Banjar Agung dipecah menjadi dua Kecamatan, sebelah selatan Kecamatan Banjar Agung dan sebelah utara menjadi kecamatan baru dengan nama Banjar Margo. Kecamatan Banjar Margo terdiri dari tujuh kampung yang salah satunya adalah Kampung Catur Karya Buana Jaya.

Tahun 2007 Kampung Catur Karya Buana Karya Buana Jaya kembali dimekarkan menjadi dua kampung, Kampung Catur Karya Buana Jaya dan Kampung Tri Tunggal Jaya, yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang.

Sejak awal pemekaran, Kampung Catur Karya Buana Jaya dipimpin oleh kepala kampung yang bernama bapak sartono. Setelah masa baktinya habis kembali di laksanakan pemilihan kepala kampung dan bapak Sinto adalah kepala kampung terpilih pada tahun 2015. Pada tahun 2019 beliau merombak aperatur kampung mulai dari sekretaris kampung bapak Suprantoyo, kaur keuangan Anita dyah Sukaisy, Kepala urusan perencanaan dan pembangunan bapak Dwi Agus Susanto, kasi Pemerintahan bapak  Daim dan Kasi kesejahteraan dan pelayanan bapak Sapariyanto, Ketua suku 1 bapak Anton Sukisna, Ketua suku 2 bapak Sutarto, Ketua suku 3 bapak Daut Hadi Prayitno, Ketua suku 4 bapak Abdul Ghofur dan 20 orang RT yang ada di kampung Catur Karya Buana Jaya. Beliau juga membentuk Badan Permusyawaratan kampung (BPK) yang diketuai oleh bapak Darno, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kampung (LPMK) yang diketuai oleh Bapak Munari.

Kampung Catur Karya Buana Jaya berdiri dari beberapa suku yang tersebar di empat suku, dari ke empat suku tersebut, tersebar juga keragaman dan potensi dari masing masing suku. Disamping itu, sumber daya suku pun memiliki potensi dan masalah yang hampir seragam. Sumber daya manusia di Kampung ini masih kurang memadai untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang baru sehingga menyebabkan sulitnya penduduk mendapatkan pekerjaan. Mayoritas penduduk Kampung Catur Karya Buana Jaya adalah petani karet dan sawit, namun hasil perkebunan yang dicapai hanya cukup untuk memenuhi kebutan sehari hari saja. Selain petani, penduduk Kampung ini juga bermatapencaharian sebagai buruh, kuli bangunan, PNS, pegawai swasta dagang dan lain lain.

Pendukung utama roda perekonomian Kampung Catur Karya Buana Jaya adalah perkebunan karet dan sawit. Keberhasilan masyarakat dibidang perkebunan harus didukung dengan adanya peran dari pemerintah dalam mengerakan masyarakat untuk terus aktif dalam mengolah lahannya, namun hal itu tidak sejalan dengan harapan yang diinginkan semua pihak, sepeeti sarana dan prasarana penunjang perekonomian, serta sosial kemasyarakatandikampung ini kurang mendukung. Sehingga pertumbuhan perekonomian yang diharapkan oleh semua pihak tidak dapat berjalan. Sebagai contoh, kondisi jalan menuju sentra lahan lahan produksi perkebunan yang kurang baik sehingga membuat harga jual hasil perkebunan masyarakat menurun.

Infrastruktuktur yang sangat berperan dalam peningkatan ekonomi masyarakat adalah jalan. Mayoritas kondisi jalan yang ada di Catur Karya Buana Jaya sudah cukup baik. Namun jalan jalan di dalam suku masih banyak yang merupakan jalan tanah, khususnya jalan jalan yang menghubungkan ke areal persawahan/perkebunan. Apabila musim hujan, kondisi cukup memprihatinkan, akses menjadi lambat dan licin. Kondisi jalan ini diperparah dengan tidak adanya telford/perkerasan jalan.

Kehidupan sosial masyarakat di Catur Karya Buana Jaya sangat baik dan relatif tidak memiliki masalah. Mayoritas penduduk adalah suku jawa, sebagian lagi suku bali, suku sunda, lampung dan beberapa suku lainnya. Meskipun terdapat keragaman suku, namun sosialisasi terjalin dengan baik antar suku maupun antar kampung. Sedangkan kelembagaan kampung Catur Karya Buana Jaya telah memiliki organanisasi – organisasi masyarakat, pemuda, keagamaan, sosial, politik maupun organisasi pemerintahan lokal yang baik. Hanya saja kurang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta ketrampilan sumber daya manusia yang belum maksimal.

  1. Kondisi Umum Kampung

Kampung Catur Karya Buana Jaya adalah salah satu Kampung yang ada di Kecamatan Banjar Margo Kabupaten Tulang Bawang dengan luas wilayah 1.118 Ha. Jarak dari pusat pemerintahan Kecamatan 6 Km atau kira – kira 20 menit, ± 36 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten dan ± 150 Km dari pusat Pemerintahan Provinsi.

Secara adminstrasi, Kampung Catur Karya Buana Jaya berbatasan dengan :

  • Sebelah utara berbatasan dengan Kampung Bujuk Agung
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Suka Maju
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Tri Tunggal Jaya
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Kampung Ringin Sari

2.1 Data Penduduk

Jumlah Penduduk                           :  2.265 jiwa/663 KK

Jumlah Penduduk/ KK Miskin          : 284 KK

Mata Pencaharian                          : Perkebunan, Pertanian, Buruh, Tukang dan Pedagang

 

2.2 Data Monografi Kampung

                Potensi Kampung

  • Perkebunan, Pertanian dan Perdagangan

Sektor yang palimg besar dihasilkan dari perkebunan yakni perkebunan kelapa sawit, karet dan singkong. Masyarakat kampung juga banyak beraktifitas dagang karena terdapat pasar templek yang merupakan tempat jual beli.

  • Kehutanan

Di sektor kehutanan potensi yang terdapat di Kampung Catur Karya Buana Jaya diantaranya adalah terdapat berbagai macam jenis kayu seperti mahoni, albasia dan jati yang diproduksi untuk kebutuhan bangunan rumah dan berbagai jenis meubeler.

  • Jasa

Sementara itu di sektor jasa sebagian masyarakat memiliki ketrampilan sebagai buruh bangunan seperti tukang.

 

2.3 Data Infrastruktur

  1. Jalan
  • Panjang Jalan Aspal : 1,6 Km
  • Panjang Jalan Tanah : 6,3 Km
  • Panjang Jalan Onderlag : 3,5 Km
  1. Jembatan
  • Jembatan Beton : 3 Unit
  • Jembatan Kayu : –
  • Lainnya (sebutkan)

! Gorong  – gorong                               : 37 Unit

  1. Saluran Irigasi
  • Panjang : –
  • Areal yang diairi : –
  1. Air Minum
  • Hidran Umum/Kran umum :    Unit  Kapasitas :     Liter
  • HIDPPAM : –
  • Sumur Dalam/Arthesis : 8 Unit
  • Perpipaan PDAM                 : –
  • Danau/Sungai : –
  • Lainnya (sebutkan)

!. Sumur Gali                                         : 210 Unit

  1. Sanitasi
  • Buang Air Besar Sembarangan : –

(BABS)

  • Cubluk :  –
  • Jamban/Leher Angsa : –
  • Jamban Komunal                 : –
  • (MCK) : 165 Unit
  • Lainnya (sebutkan)
  1. Prasarana dan Sarana Lainnya
  • Kantor : 1 Unit
  • Puskesmas Pembantu : 1 Unit
  • Gedung Sekolah

TK             : 2 Unit

SD            : 1 Unit

SLTP       : 1 Unit

SLTA       : 1 Unit

  • Pasar : 1 Unit
  • Lainnya (sebutkan)

Masjid                                   : 3 Unit

Mushola                                : 7 Unit

Gereja Kristen Protestan      : 3 Unit

Pura                                      : 1 Unit